Back,kita ngebahas lagi,gua gabungin aja jadi,7 panggilan lazim di Jepang:
1.San
Kata San sama saja seperti Mrs,Mr,Ms DSB,intinya,San adalah tuan,nyonya,nona yang mirip2 gitulah,tapi perlu Reader ketahui,-San biasanya hanya digunakan oleh anak-anak atau bisa dibilang terlalu Kekanak-kanakan apabila kita menggunakan -San,Reader sesuain dengan umurnya.-San juga bisa digunakan berdampingan dengan Profesi,contohnya penjaga toko buku yang dalam bahasa jepang Honya,dapat digunakan menjadi Honya-San,Apabila penduduk asli Kyoto,mereka mengatakan Han karena memang dari Logat mereka,kata -San juga bisa digunakan untuk nama Perusahaan,contohnya nama perusahaannya MNC Group,akan menjadi MNC Group-San,reader bisa lihat di peta jepang
Chan
Chan (ちゃん) adalah akhiran kecil; gelar ini mengungkapkan bahwa si pembicara sedang berbicara pada orang yang dikasihi. Maka, menggunakan chan dengan nama orang yang lebih tinggi dari kita akan dianggap merendahkan dan kasar. Secara umum, chan digunakan untuk bayi, anak kecil, dan gadis remaja. Gelar ini bisa diaplikasikan pada binatang imut, pasangan, teman dekat, atau pada perempuan muda lainnya.
Walaupun secara tradisional gelar kehormatan tidak digunakan pada diri sendiri, beberapa gadis muda mengadopsi atau memangil dirinya kepada orang ketiga dengan menggunakan chan. Sebagai contoh, gadis muda bernama Kanako mungkin akan menyebut namanya dengan Kanako-chan daripada menggunakan namanya sendiri.
Kun
Kun (君【くん】) digunakan oleh orang dengan status senior ketika menyebutkan atau memanggil orang yang lebih junior dari dirinya, atau kepada seseorang lain saat menyebut atau memanggil anak atau remaja laki-laki. Gelar ini bisa digunakan juga oleh perempuan ketika menyebutkan laki-laki yang sangat berarti baginya atau dikenalnya sejak lama. Walapun secara umum kun digunakan untuk laki-laki, hal ini tidak kaku. Sebagai contoh, dalam lingkungan bisnis, pegawai wanita yang junior bisa dipanggil kun oleh laki-laki yang senior.
Pada Parlemen Jepang, ketua menggunakan kun ketika menyebutkan anggota parlemen dan menteri. Sebuah perkecualian saat Takako Doi adalah ketua Majelis Rendah Jepang: dia menggunakan gelar san.
Sama
Sama (様 【さま】) adalah versi lebih hormat dari san. Gelar ini digunakan untuk menyebut orang dengan tingkat yang lebih tinggi dari dirinya, pada pelanggan, atau pada orang yang dikaguminya. Ketika menyebut untuk dirinya sendiri, samahal ini bisa dianggap sombong atau angkuh.
Sama digunakan pada nama penerima dalam surat dan paket pos dan dalam e-mail bisnis.
Sama juga muncul dalam frasa seperti o-machidō sama ("maaf menunggu lama"), o-tsukare sama (sebuah ekspresi empati dari orang yang telah lama bekerja keras).
Senpai dan kōhai
Senpai (先輩 【せんぱい】) digunakan untuk menyebut atau memanggil rekan yang lebih senior di sekolah, perusahaan, klub olahraga, atau grup lain. Di sekolah, siswa dengan kelas lebih tinggi dari dirinya dipanggil senpai. Siswa dengan kelas atau kelas lebih rendah dan guru tidak akan dipanggil senpai. Pada lingkungan bisnis, rekan dengan pengalaman kerja tinggi dipanggil senpai, tetapi boss tidak akan dipanggil senpai. Seperti "guru", "dokter", senpai bisa digunakan tanpa menyebutkan nama orang tersebut.
Kōhai (後輩 【こうはい】) adalah untuk senior pada junior, kebalikan dari senpai, tetapi jarang digunakan.
Sensei
Sensei (先生 【せんせい】) (secara harafiah "lahir lebih dahulu") digunakan untuk menyebut atau memanggil guru, dokter, politikus, atau tokoh yang mempunyai wewenang. Gelar ini digunakan untuk menunjukkan hormat pada seseorang yang telah menguasai tingkat tertentu dalam seni atau kemampuan lain, gelar ini bisa juga digunakan pada novel, penyair, pelukis, dan seniman lain, termasuk seniman manga. Pada Seni bela diri Jepang, sensei biasanya digunakan untuk menyebut ketua dojo. Sama dengan senpai, sensei bisa digunakan tidak hanya sebagai akhiran, tetapi juga gelar yang berdiri sendiri.
Shi
Shi (氏 【し】) digunakan untuk tulisan formal, kadang-kadang juga dalam pembicaraan sangat formal, untuk menyebut seseorang yang tidak dikenal pembicara, biasanya orang yang dikenal pembicara melalui publikasi tapi tidak pernah bertemu. Sebagai contoh gelar shi digunakan untuk dalam perkataan pembawa berita. Shi lebih digunakan dalam dokumen resmi, jurnal akademis, dan beberapa tulisan lain. Sekali nama seseorang disebutkan dengan shi, orang itu dapat dipanggil dengan shi saja, tanpa nama, selama hanya satu orang saja yang disebut dengan shi.
Gelar lain
Sangat umum untuk menggunakan nama pekerjaan seseorang setelah nama orang tersebut. Seperti, seorang atlet (選手senshu) bernama Ichiro bisa dipanggil sebagai "Ichiro-senshu" daripada "Ichiro-san", dan tukang kayu (棟梁 tōryō)bernama Suzuki bisa dipanggil sebagai "Suzuki-tōryō" daripada "Suzuki-san".
Pada lingkungan bisnis, sangat umum untuk menyebut orang dengan tingkatannya, terutama jabatan/wewenangnya, seperti kepala departemen (部長 buchō) atau presiden direktur (社長 shachō). Baik dalam perusahaan sendiri atau ketika berbicara tentang perusahaan lain, jabatan + san digunakan, jadi presdir adalah Shachō-san. Ketika berbicara dalam perusahaan sendiri kepada konsumen atau perusahaan lain, jabatan digunakan sendiri atau ditambahkan nama orang tersebut, jadi kepala departemen bernama Suzuki disebut dengan Buchō atau Suzuki-buchō.
Untuk penjahat dan terdakwa
Terdakwa dan tersangka dulunya tidak mempunyai gelar apapun, tapi sekarang ada usaha untuk membedakan antara tersangka (容疑者 yōgisha), terdakwa (被告 hikoku), and narapidana (受刑者 jukeisha), sehingga tidak dianggap bersalah sampai ada bukti otentik. Gelar ini digunakan sendiri atau dengan nama.
Meskipun "tersangka" dan "terdakwa" pada awalnya adalah deskripsi yang netral, akan tetapi dari waktu ke waktu julukan-julukan tersebut semakin dianggap merendahkan. Saat Gorō Inagaki ditangkap saat kecelakaan lalu lintas tahun 2001, beberapa media menyebutnya dengan gelar buatan baru menbā (メンバー), berasal dari kata bahasa Inggris member, untuk menghindari penggunaan yōgisha (容疑者, tersangka).
Untuk perusahan
Ada beberapa kata berbeda untuk "perusahaan kita" dan "perusahaan anda." "Perusahaan kita" dapat dinyatakan dengan rendah hati heisha (弊社, "perusahaan miskin") atau ungkapan netral jisha (自社, "perusahaan kita sendiri"), dan "perusahaan anda" bisa diekspresikan dengan gelar kisha (貴社, "perusahaan mulia", dalam tulisan) or onsha (御社, "perusahaan yang kami hormati", dalam pembicaraan lisan). Sebagai tembahan, frasa tōsha (当社, "perusahaan ini") bisa merujuk baik pada perusahaan pembicara atau pendenganr. Semua gelar ini digunakan sendiri, tanpa menyebutkan gelar
Saat menyebutkan nama perusahaan, sangat penting untuk memasukkan statusnya apakah PT Tbk (株式会社kabushikigaisha) atau perseroan terbatas (有限会社 yūgen gaisha). Status ini sering disingkat masing-masing 株 dan 有.
Dono/tono
Tono (殿 【との】), diucapkan dono (どの) ketika melekat pada nama, secara harafiah berarti "raja" (lord) atau "tuan tanah" (master). Ini tidak sama dengan gelar bangsawan; tetapi ini sama dengan istilah "milord" atau "monseigneur Prancis," dan gelar ini berada di antara san dan sama pada tingkatan hormat. Gelar ini jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi masih digunakan dalam beberapa tipe korespondensi bisnis, seperti pada sertifikat dan penghargaan, dan korespondensi tertulis pada Upacara teh.
Ketika digunakan dalam percakapan saat ini gelar ini digunakan untuk lelucon usia yang berlebihan. Gelar ini juga sering digunakan di anime/manga; khusunya oleh orang asing, orang yang tua, khususnya pada anime/manga shounen.
No kimi
No kimi (の君) adalah sufiks dari sejarah Jepang. Ini digunakan dalam denominasi Raja dan Ratu di istana, khususnya pada Periode Heian. Contoh paling terkenal adalah Pangeran Hikaru Genji, karakter protagonis dari Hikayat Genji yang dipanggil "Hikaru no Kimi "(光の君). Sekarang, sufiks ini digunakan sebagai metafora untuk seseorang yang berkelakukan layaknya sebagai pangeran atau putri dari masa lalu, tetapi sekarang sudah jarang. Penggunaan gelar ini lebih sering digunakan pada drama sejarah.
Sufiks ini juga muncul ketika memanggil pasangan dalam surat dari pria ke wanita, seperti, "Murasaki No kimi" atau "Sayangku Murasaki".
Ue
Ue (上) secara harafiah berarti "atas", dan menunjukkan tingkat respek yang tinggi. Walaupun penggunaannya saat ini kurang umum, tetapi masih dipakai seperti chichi-ue (父上) dan haha-ue (母上), masing-masing adalah istilah hormat untuk "ayah" dan "ibu". Kuitansi yang tidak membutuhkan nama pembayar secara spesifik biasanya diisi dengan ue-sama.
Gelar resmi dan kekaisaran
- Heika (陛下) digunakan untuk kaisar yang berdaulat, sama seperti "Majesty" (Baginda). Sebagai contoh, Tennō Heika(天皇陛下) berarti (Baginda Kaisar) "His Majesty the Emperor" dan Kōgō Heika (皇后陛下) berarti Baginda Ratu (Her Majesty the Empress). Kokuō Heika (国王陛下) berarti Bagindar Raja(His Majesty the King) dan Joō Heika (女王陛下)Baginda Ratu (Her Majesty the Queen). Heika sendiri bisa digunakan tanpa menggunakan nama sebutan langsung, sama dengan Baginda Rajaku.
- Denka (殿下) digunakan untuk anggota kerajaan yang bukan berdaulat, sama seperti "Royal Highness" (Yang Mulia). Sebagai contoh, Suwēden Ōkoku, Vikutoria Kōtaishi Denka (スウェーデン王国、ヴィクトリア皇太子殿下, "Her Royal Highness, Putri Makhota Victoria dari Swedia"). Denka bisa digunakan secara langsung.
- Hidenka (妃殿下) digunakan untuk menyebut istri pangeran, dan penggunaannya sama dengan gelar kerajaan lainnya.
- Kakka (閣下) berarti "Your Excellency" (Paduka) digunakan untuk kepala pemerintahan/negara (kecuali yang sudah disebut dengan Heika atau Denka), menteri termasuk Perdana Menteri Jepang, duta besar, atau pejabat tinggi lainnya seperti Sekretaris Jenderal PBB. Gelar ini bisa digunakan sendiri atau ditambahkan dengan jabatannya.
Gelar seni bela diri
Dalam bela diri Jepang sering memanggil gurunya sebagai sensei. Murid Junior dan senior saling berinteraksi dengan sistem senpai/kōhai.
Gelar lainnya juga dipakai ketika menyebut instruktur senior. Gelar mana yang dipakai tergantung organisasi tertentu.
Shōgō
Shōgō (称号, "gelar", "nama", "tingkat") adalah gelar Seni bela diri yang dibuat oleh Dai Nippon Butoku Kai,[1] Kokusai Budoin dan International Martial Arts Federation Europe.
- Renshi (錬士 : れんし): instruktur.
- Kyōshi (教士 : きょうし) mengacu pada guru tingkat lanjut.
- Hanshi (範士 : はんし) mengacu pada ahli senior yang dianggap sebagai "guru dari guru". Gelar ini digunakan oleh banyak seni bela diri untuk beberapa instruktur ahli dari bela diri tersebut, dan kadang diterjemahkan sebagai "Grand Master".
- Meijin (名人): dianugrahi oleh dewan khusus.
Gelar seni bela diri lain
- Kensei (剣聖, pedang suci) gelar terhormat yang diberikan pada prajurit yang mempunyai kemampuan legendaris dalam pedang.
- Kyōshi (教師 : きょうし), sering disinonimkan sensei di Jepang, kadang-kadang mempunyai arti instruktur.
- Oyakata (親方 : おやかた), master, khususnya pelatih sumo. Secara literal berarti seseorang yang in loco parentis.
- Shihan (師範 : しはん), berarti kepala instruktur; tidak seperti gelar diatas gelar ini tidak berhubungan dengan tingkatan.
- Shidōin (指導員:しどういん), Instruktur menengah, juga tidak berhubungan dengan peringkat.
- Shishō (師匠 : ししょう) adalah gelar lain untuk instruktur seni bela diri.
- Zeki (関 : ぜき), secara harafiah berarti "barrier" (pembatas), digunakan untuk pegulat sumo dalam dua divisi teratas (sekitori).
Gelar lain
- hōshi (法師: ほうし), Biksu Buddha
- shinpu (神父: しんぷ), Pendeta katolik. Romo Katolik (shisai (司祭: しさい) menerima gelar ini.
Sufiks merdu dan permainan kata
Dalam pembicaraan informal, beberapa orang Jepang ada yang menggunakan akhiran yang dibuat sendiri menggantikan gelar normal. Hal ini pada dasarnya adalah bentuk permainan kata, dengan akhiran dipilih untuk suara mereka, atau untuk konotasi ramah atau mencemooh. Meskipun berbagai sufiks seperti yang dapat diciptakan sendiri tak terbatas, beberapa telah mendapatkan penggunaan luas sedemikian rupa sehingga batas antara gelar yang sudah ada dan permainan kata telah menjadi sedikit kabur. Contoh dari sufiks ini adalah chan (lihat bawah), bee (hina), dan rin (ramah).[2] Harap dicatat tidak seperti gelar standar, penggunaan sufiks tersebut diatur terutama dengan bagaimana suaranya dalam hubungannya dengan nama tertentu, dan apa dampak yang inginkan pembicara.
Variasi baby talk (ucapan bayi)
Beberapa gelar mempunyai versi ucapan bayi-yang sering salah diucapkan dan diasosiasikan dengan anak kecil, dan keimutan. Versi ucapan bayi dari sama adalah chama (ちゃま), sebagai contoh, faktanya chan adalah versi ucapan bayi dari san yang kemudian digunakan secara umum.
Bahkan ada versi ucapan bayi dari versi ucapan bayi. Chan diganti menjadi tan (たん), dan versi kurang umum, chama (ちゃま) menjadi tama (たま). Gelar ini biasanya digunakan untuk moe antropomorfisme, dimana perempuan imut, atau karakter laki-laki (jarang) merepresentasikan objek, konsep, atau produk populer tertentu. Contoh paling dikenal yaitu antropomorfisme sistem operasi OS-tan, Binchō-tan, dan antropomorfisme Wikipedia, Wikipe-tan.
Gelar dalam keluarga
Kata untuk anggota keluarga mempunyai dua bentuk dalam bahasa Jepang. Saat menyebut keluarga sendiri pada saat berbicara pada orang bukan keluarga, kata benda deskriptif digunakan, seperti haha (母) untuk "ibu" dan ani (兄) untuk "kakak laki-laki". Ketika menyebut keluarga sendiri atau menyebut pada anggota keluarga orang lain, gelar kehormatan digunakan. Dengan menggunakan sufiks san, secara umum, "ibu" menjadi okaa-san (お母さん) dan "kakak laki-laki" menjadi onii-san (お兄さん). Kadang gelar kecil seperti chan atau gelar hormat sama digunakan daripada menggunakansan. Sementara itu, saat saudara lebih muda menyebut saudara lebih tua dengan onii-san atau onee-san, saudara yang lebih tua memanggil saudara mudanya dengan nama saja. Sama dengan orang tua memanggil anaknya hanya dengan nama saja tanpa gelar.
- Otou-san (お父さん): ayah, atau otou-sama (さま). Dari chichi (父).
- Oji-san (叔父さん/小父さん/伯父さん 【おじさん】): paman (atau pria paruh baya). -san bisa diganti dengan -sama atau -chan (ちゃん).
- Ojii-san (お祖父さん/御爺さん/お爺さん/御祖父さん 【おじいさん】): kakek . -san bisa diganti dengan -samaatau -chan.
- Okaa-san (お母さん): Ibu, ata okaa-sama. dari haha (母).
- Oba-san (伯母さん/小母さん/叔母さん 【おばさん】): Bibi (perempuan paruh baya). -san bisa diganti dengan -sama atau -chan.
- Obaa-san (お祖母さん/御祖母さん/御婆さん/お婆さん 【おばあさん】): nenek. -san bisa diganti dengan -samaatau -chan.
- Onii-san (お兄さん): Kakak laki-laki (laki-laki muda), atau onii-sama, atau onii-chan. dari ani (兄).
- Onee-san (お姉さん): Kakak perempuan (perempuan muda), atau onee-sama, atau onee-chan. dari ane (姉).

0 komentar:
Posting Komentar